Tata Cara Pernikahan dan Resepsi di Era New Normal yang Wajib Dipatuhi

Muadzam Shah, Malaysia – May 9th, 2020 : A muslim couple getting solemnization in medical face masks during coronavirus pandemic. COVID-19 weddings.

Buat kamu yang sudah menyiapkan rencana, dana pernikahan, atau pun ajukan pinjaman uang untuk biaya nikah, ada sedikit kabar baik di era new normal ini. Sebab, pernikahan termasuk aktivitas yang sudah mendapat sedikit “kelonggaran” di masa normal baru ini, khususnya untuk pengadaan resepsi. Kalau beberapa bulan kemarin pemerintah resmi melarang acara resepsi pernikahan, kini resepsi boleh dilakukan asalkan wajib mengikuti standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. 

Hal ini secara resmi dinyatakan oleh pemerintah melalui Keputusan Mendagri (Kepmendagri) Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatan Normal Baru. Yang mana salah satu isinya, bagian (F) Protokol Penyelenggaraan Acara (pernikahan, ibadah, konser, acara olahraga) disebutkan bahwa (1) pertemuan serta mobilitas orang di ruang publik untuk acara-acara khusus (keagamaan, budaya, pernikahan, konser musik) harus diatur dengan ketat dan tunduk pada pedoman dengan penerbitan izin normal baru oleh unit pemerintah daerah. 

Poin (3) bagian (F) di dalam lembar Kepmendagri tersebut juga menyebutkan bahwa:

“Pertemuan yang diselenggarakan secara pribadi di ruang yang dikelola secara pribadi yang tidak mematuhi aturan/protokol kesehatan akan dibubarkan oleh institusi di bawah komando pemerintah daerah setelah ditentukan oleh pihak berwenang bahwa pertemuan tersebut tikdak memperhatikan Langkah-langkah Keselamatan Umum dan Wajib yang disebutkan di atas; unit pemerintah daerah harus memberlakukan peraturan yang diperlukan dan sesuai untuk menetapkan hukuman / atau denda maksimum bagi pelanggar.”

Nah, berangkat dari landasan tersebut, berikut ini adalah peraturan protokol pernikahan di KUA di masa new normal. Yuk catat!

  1. Layanan pencatatan nikah di KUA Kecamatan dilaksanakan setiap hari kerja dengan jadwal mengikuti ketentuan sistem kerja yang telah ditetapkan. 
  2. Pendaftaran nikah dapat dilakukan secara online melalui websie kemenag.go.id, telepon, email, atau datang langsung ke KUA Kecamatan.
  3. Proses pendaftaran nikah, pemeriksaan, hingga akad dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan semaksimal mungkin mengurangi kontaks fisik dengan petugas KUA Kecamatan. 
  4. Pelaksanaan akad dapat dilakukan d KUA atau di luar KUA. 
  5. Prosesi akad nikah di KUA atau di rumah dihadiri peserta paling banyak 10 (sepuluh) orang. 
  6. Prosesi akad nikah yang dilaksanakan di masjid atau gedung pertemuan diikuti peserta sebanyak-banyaknya 20% dari kapasitas ruangan. Tidak boleh lebih dari 30 orang. 
  7. Jika jumlah peserta tidak dipatuhi, penghulu wajib menolak pelayanan nikah yang disertai alasan penolakannya secara tertulis yang diketahui oleh aparat keamanan seperti form terlampir. 
  8. Kepala KUA Kecamatan melakukan koordinasi tentang rencana penerapan tatanan normal baru pelayanan nikah kepada Ketua Gugus Tugas Kecamatan. 
  9. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melakukan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan tatanan normal baru pelayanan nikah di wilayahnya masing-masing. 

Setelah tahu proses dan peraturan akad, berikut ini adalah tata cara dan aturan mengadakan resepsi pernikahan di rumah atau gedung, di era new normal. Jangan sampai lupa!

  1. Penyelenggara resepsi wajib menerapkan pemeriksaan suhu tubuh termasuk- tamu-tamu sebelum masuk ke tempat acara pernikahan. 
  2. Penyelenggara resepsi wajib menyediakan sarana cuci tangan (air, sabun, hand sanitizer) sebagai protokol kesehatan penting. 
  3. Batasi jumlah tamu undangan dan terapkan jaga jarak fisik. Wajibkan juga pada tamu yang hadir untuk mengenakan masker. Tamu yang hadir paling banyak 20% dari kapasitas ruangan, dan tidak boleh lebih dari 30 orang. 
  4. Mengganti jenis salam jabat tangan dan cipika-cipiki dengan salam namaste untuk menghindari kontak fisik. 

Berkaitan dengan aturan pernikahan di era new normal ini, ada baiknya acara pernikahan tidak dilakukan besar-besaran. 

Bukan hanya sebagai bentuk taat terhadap peraturan, namun ini juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di tengah pandemi covid-19 agar jumlah kasus tidak semakin naik atau menimbulkan kluster penyebaran baru. 

Daripada membuat pesta pernikahan yang meriah, dananya bisa disimpan untuk kebutuhan lain yang lebih penting pasca menikah. Begitu juga untuk kamu yang di era new normal ini sudah berpikir untuk mau ajukan pinjaman uang demi biaya pernikahan. Apakah sudah yakin? Di tengah ketidakpastian kondisi pandemi dan ekonomi, pinjam uang untuk biaya nikah boleh aja, namun sangat perlu dipikirkan masak-masak, disesuaikan dengan kondisi finansial pribadi, dan tepat sasaran alokasinya. 

Jangan lupa juga untuk memilih lembaga pinjaman uang yang bisa memberikan pinjaman dengan bunga paling rendah, agar keuangan pasca menikah tidak dibebani terlalu banyak oleh angsurannya. Yang berbasis online, ada fintech pinjaman uang seperti Kredivo yang menawarkan pinjaman dengan suku bunga flat hanya 2,95% per bulan. Selain itu, opsi tenornya tersedia mulai dari 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. 

Pinjaman uang di Kredivo berlaku bagi pengguna yang sudah terdaftar sebagai pengguna Premium Kredivo. Kalau kamu berminat dan belum jadi salah satunya, maka kamu bisa daftar sekarang dengan download aplikasi Kredivo di Google Play Store atay App Store. Kredivo memberikan limit kredit berbentuk nontunai maksimal hingga Rp 30 juta. Limit yang didapat setiap pengguna akan berbeda-beda sesuai profil, analisa, dan besaran penghasilan. Nah, limit kredit inilah yang nantinya bisa kamu cairkan menjadi pinjaman lewat fitur pinjaman mini dan pinjaman jumbo yang ada di aplikasi Kredivo. Nggak pakai lama, bisa cair dalam waktu sehari, lho! Tertarik coba?

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*